TEORI KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT 7 TOKOH PSIKOLOGI
Tugas
Mata Kuliah Kesehatan Mental, Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta.
NAMA : ZEIN REZA
LASMONO
NIM :
20310410030
DOSEN PENGAMPU : FX. WAHYU WIDIANTORO, S.Psi., M.A
1. GORDON WILLIARD ALLPORT
Allport mengemukakan bahwa kodrat manusia adalah positif dan penuh harapan. Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar, yaitu kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi. Menurut Allport orang yang sehat adalah orang yang dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang. Mereka menyadari kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri dan mereka juga mampu untuk mengontrolnya. Pandangan orang yang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan yang akan datang. Pendapat Allport mengisyaratkan bahwa manusia memiliki kebebasan dalam memilih dan bertindak. Menurut Allport, manusia dengan kepribadian yang matang memiliki kriteria perluasan perasaan diri, hubungan diri yang hangat dengan orang lain, keamanan emosional, pesepsi realistis, keterampilan dan tugas, pemahaman diri, dan filsafat hidup yang mempersatukan.
2. CARL
RANSOM ROGERS
Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positif tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan. Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positif tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan. Kriteria pribadi yang berfungsi sepenuhnya diantaranya ketebukaan pada pengalaman, kehidupan eksistensial, kepercayaan terhadap organisme diri sendiri, perasaan bebas, dan kreativitas.
3. ERICH FROMM
Fromm menyebutkan kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif, yakni suatu konsep yang serupa dengan kepribadian yang matang dari Allport, dan orang yang mengaktualisasikan diri dari Maslow. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia. Empat segi tambahan dalam kepribadian yang sehat dapat membantu menjelaskan apa yang dimaksudkan Fromm dengan orientasi produktif. Keempat segi tambahan itu adalah cinta yang produktif, pikiran yang produktif, kebahagian dan suara hati. Menurut Fromm, pribadi yang sehat adalah pribadi yang mampu hidup dalam masyarakat sosial yang ditandai dengan hubungan-hubungan yang manusiawi, diwarnai oleh solidaritas penuh cinta dan tidak saling merusak atau menyingkirkan satu dengan lainnya. Tujuan hidup seorang pribadi adalah keberadaan dirinya itu sendiri dan bukan pada apa yang dimiliki, pada apa kegunaannya atau fungsinya (A man whose goal in life is being, not having and using). Ciri kepribadian sehat menurut Fromm diantaranya orang yang mencintai sepenuhnya, kreatif, kemampuan pikiran yang berkembang, mengamati dunia dan diri secara objektif, perasaan identitas yang kuat, berhubungan dan berakar di dunia, subjek dari diri dan nasib, dan bebas dai ikatan sumbang.
4. ABRAHAM
HAROLD MASLOW
Maslow menyebutkan bahwa orang yang sehat adalah orang mampu mengaktualisasikan diri mereka dengan baik dan imbang, mereka juga dapat memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi yaitu memenuhi potensi-potensi yang mereka miliki serta mengetahui dan memahami dunia sekitar mereka. Menurut Maslow, syarat untuk mencapai aktualisasi diri adalah memuaskan 4 hierarki kebutuhan, diantaranya yang pertama adalah kebutuhan akan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, cinta kasih, serta penghargaan diri. Dan kebutuhan ini harus terpenuhi sebelum timbul kebutuhan akan aktualisasi diri. Selain itu kepribadian yang sehat menurut maslow adalah individu yang berhasil mengembangkan cintanya, bukan lagi diarahkan ke dalam diri sendiri, tetapi bisa diperluas pada orang-orang lain. Ciri-ciri orang yang telah dapat memenuhi kebutuhan aktualisasi diri diantaranta menerima realitas dengan cepat, menerima diri dan orang lain apa adanya, bertindak spontan dan alamiah (tidak berpura-pura), memusatkan pada permasalahan bukan perseorangan, memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain, memiliki ruang untuk pribadi, menghargai dan terbuka akan pengalaman dan kehidupan baru, memiliki pengalaman-pengalaman yang memuncak, dan memiliki identitas sosial dan minat sosial yang kuat.
5. CARL GUSTAV JUNG
Menurut
Jung, pribadi yang sehat adalah pribadi yang
terindividuasi. Individuasi adalah pengintregasian kepribadian yang
merupakan hakekat kodrati manusia. Menurutnya, individu yang
berkepribadian sehat tidak lagi terikat dengan defense mechanism-nya (mekanisme
bela ego) dan mampu mencari cara-cara kreatif untuk mengatasi persoalan yang
dialaminya (Siswanto, 2007). Jung menyatakan bahwa manusia selalu maju atau
mengejar kemajuan, dari taraf perkembangan yang kurang sempurna ke taraf yang
lebih sempurna. Manusia juga selalu berusaha mencapai taraf diferensiasi yang
lebih tinggi. Menurut Jung, tujuan perkembangan kepribadian adalah aktualisasi
diri, yaitu diferensiasi sempurna dan saling hubungan yang selaras antara
seluruh aspek kepribadian. Dalam proses perkembangan kepribadian dapat terjadi
gerak maju (progresi) atau gerak mundur (regresi). Progresi adalah terjadinya
penyesuaian diri secara memuaskan oleh aku sadar baik terhadap tuntutan dunia
luar mapun kebutuhan-kebutuhan alam tak sadar. Apabila progresi terganggu oleh
sesuatu sehingga libido terhalangi untuk digunakan secara progresi maka libido
membuat regresi, kembali ke fase yang telah dilewati atau masuk ke alam tak
sadar. Pada akhirnya menurut Jung, untuk mencapai kepribadian yang
sehat dan terintegrasi secara kuat, maka setiap aspek kepribadian
harus mencapai taraf diferensiasi dan perkembangan yang optimal. Proses untuk
sampai ke arah tersebut oleh Jung dinamakan proses individuasi atau proses
penemuan diri (Ja’far, (2015).
6. VIKTOR EMIL FRANKL
Dalam pandangan Frankl, dorongan utama kita ialah mencari arti. Orang yang sehat secara psikologis bergerak ke luar atau tidak fokus pada diri sendiri. Pandangan ini menempatkan pendirian Frankl berlawanan dengan ahli – ahli yang mengemukakan bahwa tujuan atau dorongan perkembangan manusia yang penuh ialah pemenuhan atau aktualisasi diri. Frankl sendiri percaya bahwa semata-mata mengejar tujuan dalam diri justru merusak diri. Frankl menyatakan jika semakin banyak kita berjuang untuk kesenangan mungkin semakin kurang kita menemukannya. Kehidupan yang diarahkan untuk mengejar kebahagiaan tidak pernah akan menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan tidak dapat dikejar dan diperoleh karena bisanya timbul secara spontan dari pemenuhan arti. Frankl tidak menyajikan daftar dari sifat-sifat kepribadian yang sehat, tetapi secara umum dapat dirumuskan seperti berikut:
a. Mereka bebas memilih langkah tindakan yang dilakukan.
b. Mereka
bertanggung jawab terhadap tingkah laku dan sikap yang dianut terhadap
nasib mereka.
c. Mereka
tidak ditentukan oleh kekuatan di luar diri mereka.
d. Mereka
telah menemukan arti dalam kehidupan yang cocok.
e. Mereka
secara sadar mengontrol kehidupan.
f. Mereka
mampu mengungkapkan nilai daya cipta, nilai pengalaman dan nilai
sikap
g. Mereka
telah mengatasi perhatian terhadap diri sendiri.
h. Berorientasi
masa depan, diarahkan kepada tujuan dan tugas yang akan datang.
i. Komitmen
terhadap pekerjaan
j. Kemampuan mereka untuk memberi dan menerima cinta.
7. FRIEDRICH
SOLOMON PERLS
Menurutnya,
individu yang sehat adalah yang seimbang antara ikatan organisme dan lingkungan
dan mengadakan hubungan yang terus-menerus. Selain itu, ada dua pandangan
tentang pribadi yang sehat menurut teori Gestalt yaitu:
a. Gestalt
yang baik sebagai polaritas itu mampu menggambarkan suatu medan persepsi atau
terbentuk dengan jelas dalam bentuk yang baik.
b. Polaritas
penyesuaian yang kreatif, seorang pribadi yang mampu menunjukan interakasi yang
kreatif mengambil tanggung jawab bagi keseimbangan ekologis antara diri sendiri
dan sekitar.
Dalam terapi Gestalt diberikan beberapa ciri kepribadian yang sehat. Adapun ciri kepribadian seseorang yang sehat adalah mampu mengatur diri sendiri, bertanggungjawab, memiliki kematangan, dan memiliki keseimbangan diri.
DAFTAR
PUSTAKA
Frank G. Goble, Mazhab Ketiga Psikologi Humanistik Abraham Maslow, Penerjemah Drs. A. Supratiknya (Yogyakarta: Kanisius, 1994) diakses dari https://worldalternativeenergy.wordpress.com/2014/04/09/kepribadian-sehat-menurut-abraham-maslow/ pada tanggal 26 Maret 2020 pukul 09.23 WIB)
Hall S, C .,& Lindzey, G. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Kanisius. Yogyakarta, Semium, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 1. Kanisius: Jakarta. Diakses dari https://datbluegirl.wordpress.com/2016/04/03/psychology-teori-kepribadian-sehat-menurut-erich-fromm/ pada tanggal 26 Maret 2020 pukul 09.07 WIB
https://dwiratrioctavianita2001.blogspot.com/2020/11/teori-kepribadian-sehat-menurut-para.html?m=1 diakses pada tanggal 26 Maret 2020 pukul 10.13 WIB
http://imadeperkasablogaddress.blogspot.com/2017/11/model-konseling-teori-gestalt.html diakses pada tanggal 26 Maret 2020 pukul 10.05 WIB.
http://allaisyahsee.blogspot.com/2015/03/konseling-gestalt_24.html diakses pada tanggal 26 Maret 2020 pukul 10.11 WIB
http://zulfaalfaruqy.blogspot.com/2016/01/psikologi-kepribadian-viktor-frankl.html diakses pada tanggal 26 Maret 2020 pukul 09.57 WIB.
Jarvis, Matt. (2006). Teori-Teori Psikologi. Bandung: Nusa Media dan Nuansa. Diakses dari https://ramadhanirhamu.wordpress.com/2016/04/11/teori-kepribadian-sehat-menurut-allportrogersmaslowdan-fromm/ pada tanggal 26 Maret 2020 pukul 08.51 WIB.
Schultz,
Duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan : Model-Model Kepribadian Sehat.
Yogyakarta. Kanisius. Diakses dari https://pijarpsikologi.org/goldon-allport-orang-yang-sehat-mental-akan-tetap-bangkit-meskipun-ia-gagal/
pada tanggal 26 Maret 2020 pukul 08.35 WIB.
Comments
Post a Comment