INTERAKSI DI MASA PANDEMI

 

Baiklah pembaca yang semoga selalu dalam keadaan sehat dan dalam keadaan bahagia, perkenalkan nama saya Zein Reza Lasmono mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta kelas karyawan NIM 20310410030. Saya menulis ulasan di dalam blog saya ini dalam rangka pemenuhan tugas kuliah Sosiologi, Prodi Psikologi, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dosen pengampu yang terhormat ibu Amin Nurohmah, S.Pd., M.Sc.

Di masa pandemi ini banyak sekali perubahan yang terjadi di lingkungan kita, tak hanya cara kita beraktivitas namun jika ditelisik lebih dalam juga berpengaruh pada perubahan dalam kita berperilaku dan berinteraksi satu sama lain. Dan dengan tulisan saya yang sederhana ini semoga dapat memberikan sedikit gambaran dan pengetahuan kepada para pembaca sekalian mengenai bagaimana keadaan kita di masa sekarang ini.

Penyakit Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut parah coronavirus 2 (SARS-Cov-2). Ini pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan, Hubei, Cina dan telah mengakibatkan pandemic yang sedang berlangsung. Pada 21 September 2020 lebih dari 31 juta kasus dilaporkan di 188 negara dan wilayah dengan lebih dari 961.000 kematian dan lebih dari 21,2 juta orang telah pulih. Sesuai pengertian tersebut telah jelas bagaimana penyakit itu berada dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan dengan penyakit menular tersebut jelas pula bahwa kita diwajibkan untuk membatasi aktivitas kita di luar rumah, bahkan interaksi kita dengan orang-orang di sekitar kita terutama dengan orang asing yang jarang kita temui.

Dalam ilmu sosiologi dikaji hubungan antara sesama manusia, aksi dan reaksi dalam hubungan antar-manusia dan kumpulan-kumpulan manusia (kelompok) (interaksi sosial, yang merupakan syarat terjadinya aktifitas sosial). Lalu apa itu interaksi sosial?

·         Menurut Robert M.Z. Lawang (1986), interaksi sosial adalah proses ketika orang- orang yang ber komunikasi saling pengaruh memengaruhi dalam pikiran dan tindakan.

·         Soerjono Soekanto, mengutip dari Gillin dan Gillin dalam Cultural Sociolog y (1954: 489), menegaskan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orangorang perorangan, antara kelompok- kelompok manusia, maupun antara orang per orang dan kelompok manusia.

·         Secara umum interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis (interaksi akan memungkinkan suatu individu atau kelompok berubah) yang menyangkut hubungan antara orang orang.

Dengan kedua hal tersebut di atas, tentu keduanya sangat saling mempengaruhi. Di satu sisi kita tetap ingin beraktifitas dan berinteraksi seperti biasa namun bila hal itu dilakukan dengan tidak memperhatikan cara yang tepat maka juga akan menimbulkan akibat yang sangat merugikan yakni tertular virus Covid-19. Maka ini perlu menjadi hal yang sangat diperhatikan agar disamping kita tetap berinteraksi dengan sesama namun juga kita tidak tertular oleh penyakit menular ini.

Lalu, bagaimana keadaan kita saat ini? Dalam keseharian interaksi yang kita lakukan meliputi dua hal yaitu kontak sosial dan komunikasi.

Dalam sosiologi kita mengenal terdapat dua sifat kontak sosial yaitu kontak sosial primer (tatap muka) dan sekunder (perantara media). Dengan keadaan kita saat ini kontak sosial yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana kita melakukan kontak sosial primer (tatap muka). Sangat dimaklumi, dalam beberapa situasi dan kondisi kita mutlak memerlukan tatap muka yang tidak bisa diganti dengan perantara media atau sarana, tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah dicanangkan oleh WHO dan pemerintah guna mencegah penyebaran dan mempersempit ruang gerak  Covid-19 ini. Dan saat ini kita cenderung banyak melakukan kontak sosial sekunder seperti meeting melalui aplikasi, pembelajaran via online, dan sebagainya.

Selain kedua sifat kontak sosial tersebut, kita juga mengenal kontak sosial secara negatif (konflik) dan positif (Kerjasama). Dengan beredarnya berbagai berita di media masa kita melihat banyak sekali terjadi fenomena-fenomena dalam masyarakat. Dalam hal positif kita menyoroti bagaimana kita semua dari pemerintah (pusat-sampat unit terkecil pemerintahan hingga individu) kita tergerak untuk sama-sama bekerjasama dalam menangani wabah ini seperti kita saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain. Namun, dari segi negative kita melihat terjadi konfil-konfil dalam masyarakat, mulai dari pro kontra keberadaan virus ini, kemunculan berbagai teori konspirasi mengenai virus ini, yang itu semua berakibat pada asumsi masyarakat dan pola pikir mereka dalam menyikapi hal ini. Diantaranya banyak yang berakibat melalaikan prosedur kesehatan, tak sedikit terjadi pengucilan terhadap pasien yang telah dinyatakan positif, bahkan hingga penolakan warga di beberapa daerah untuk pemakaman jenazah terjangkit covid-19 di daerah tersebut padahal telah dilakukan prosedur pemakaman tersendiri.

Lalu bagaimana kita dalam melakukan komunikasi? Inti proses komunikasi adalah adanya pesan yang disampaikan, media apa yang digunakan, dan bagaimana pesan diterima oleh penerima pesan (inter subjektif/ terjadi timbal balik). Menurut Soerjono Soekanto, arti penting komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (simbol-simbol yang digunakan, bahasa, dan gestikulasi) dan perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.

Kita melihat Covid-19 tak banyak mempengaruhi komunikasi kita satu sama lain, hanya saja intensitas komunikasi kita menggunakan sarana lah (handphone, laptop, computer, dsb) yang lebih sering kita lakukan saat ini. Meski begitu, bukan tanpa permasalahan kita di dalam berkomunikasi. Karena nyatanya, komunikasi yang dilakukan melalui sarana tak semudah yang kita lakukan saat kita melakukan komunikasi dengan secara langsung. Sebagai contoh kita sering menjumpai komunikasi yang dilakukan melalui media menimbulkan banyak kesalahpahaman yang berakibat tidak lancarnya proses komunikasi yang kita lakukan, bahkan pesan dapat tidak tersampaikan bila kita tidak benar-benar saling memperhatikan dan memahami.

Kesimpulan yang saya dapat ambil dari ulasan saya tersebut diatas bahwa keadaan di masa pandemi ini sangat mempengaruhi interaksi kita satu sama lain yang juga menimbulkan berbagai dampak. Dan semua itu tergantung dalam bagaimana menyikapinya dan bagaimana kita dapat disiplin dalam melakukan rutinitas baru saat ini.

 

 

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_koronavirus_2019

Pengantar Sosiologi PDF Nurani Soyomukti ArRuzz Media

Comments

Popular Posts